Seputar Ilmu Pengetahuan Bahasa Indonesia

Fajrin.Net

Blog sederhana ini membahas materi bahasa Indonesia. Materi yang disajikan ialah materi untuk sekolah jenjang SMP dan SMA. Selain mengulas tentang materi, blog ini juga membahas perkembangan teknologi pembelajaran. Semoga bermanfaat
KBBI

Kamus yang memuat kelas kata, ragam, bidang, dan bahasa dari berbagai daerah.

PUEBI

Pedoman ejaan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.

Referensi Tambahan

Buku Seri Penyuluhan Bentuk Pilihan Kata, Ejaan, Kalimat, Paragraf, dan Tata Istilah.

RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP dan SMA.

Pemanfaatan Blog sebagai Media Pembelajaran Daring

Pembelajaran merupakan kegiatan belajar yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik. Dalam melaksanakan pembelajaran, pendidik dapat menggunakan media apa pun, seperti audio, visual, atau audio-visual. Jika ditinjau dari ruang dan waktu, pembelajaran dapat dilakukan secara luring dan daring.

Media audio adalah media yang memanfaatkan suara sebagai penyalur informasi; visual titik pemanfaatannya adalah gambar; audio-visual paduan antara suara dan gambar.

Contoh media audio yang terkenal adalah radio dan memanfaatkan headshet; visual menggunakan gambar, lukisan, atau peraga lainnya; audio-visual bisa berupa model pembelajaran presentasi.

Berbeda halnya dengan pembelajaran yang ditinjau dari ruang dan waktu. Pembelajaran secara luring berarti dilaksanakan secara tatap muka, dalam satu ruangan, dan dilakukan dalam waktu saat itu juga, sedangkan daring memanfaatkan internet, berbeda ruangan bahkan wilayah, dan dapat dilakukan kapan saja.

Pembelajaran secara luring maupun daring sama-sama bisa memanfaatkan audio, visual, dan audio-visual sekaligus. Berbeda halnya dengan pembelajaran luring, pembelajaran daring membutuhkan sarana media, antara lain Google Classroom, Edmodo, atau CMS E-Learning dari pihak penyedia lainnya.

Lalu, bagaimana dengan sarana media yang lain? Apakah ada? Ada. Sarana media lainnya yang bisa digunakan dan dimanfaatkan adalah blog. Platform blog gratis dapat digunakan oleh siapa pun, seperti Blogger, Wordpress, dan Google Sites.

Cara Pemanfaatan Blog untuk Pembelajaran Daring

Pertama adalah tahap persiapan. Dalam tahap ini pendidik perlu menyusun bahan untuk posting dalam blog, contohnya materi dan penugasan. Selain itu, pendidik juga harus memiliki ide kreatif dalam meramu tampilan blog. Jika menggunakan Blogger, ada beberapa pilihan template yang bisa digunakan. Berbeda halnya dengan Wordpress hanya terbatas. Jika rencara bahan tersebut sudah selesai, karya-karya pendidik dituangkan dalam blog.

Kedua adalah tahap pelaksanaan. Apabila tahap pertama telah terlaksana, langkah berikutnya adalah menyebarluaskan alamat blog kepada peserta didik. Dengan sajian susunan materi karya pendidik akan dinikmati dan dipelajari oleh siswa. Sesekali, pendidik juga bisa memadukan dengan audio atau audio-visual. Contoh audio yakni bentuk rekaman suara, sedangkan audio-visual adalah video.

Ketiga adalah tahap umpan balik. Setelah selesai dalam memahami, siswa dapat memberikan tanggapan di kolom komentar. Selain itu, kolom komentar blog juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah pengerjaan soal.

Kelebihan dan Kekurangan Pemanfaatan Blog sebagai Media Pembelajaran Daring

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pemanfataan blog sebagai media pembelajaran daring adalah pendidik menjadi lebih produktif melalui karya-karyanya sendiri dan dapat dilihat oleh masyarakat luas. 

Selain itu, kreatif dan modern. Kreatif karena dapat membentuk sendiri model tampilan dan materi yang disajikan. Modern karena dapat mengikuti perkembangan zaman. Terakhir adalah dapat digunakan oleh siapa pun, sekalipun pemula.

Kekurangan pemanfataan blog sebagai media pembelajaran daring adalah memakan waktu yang sangat banyak dalam tahap persiapan. Dalam menyusun materi dan membentuk tampilan blog yang indah akan sangat lama. Selain itu, untuk mata pelajaran yang menggunakan rumus akan sedikit sulit.

Tambahan

Agar blog pendidik terasa profesional, lebih baik menggunakan domain sendiri. Hal penting lainnya adalah cantumkan referensi dalam setiap postingan.
Fajrin Ilham H. Pengajar Bahasa Indonesia asal Klaten, Jawa Tengah, Indonesia.
Buka Komentar

NEWSLETTER