Seputar Ilmu Pengetahuan Bahasa Indonesia

Fajrin.Net

Blog sederhana ini membahas materi bahasa Indonesia. Materi yang disajikan ialah materi untuk sekolah jenjang SMP dan SMA. Selain mengulas tentang materi, blog ini juga membahas perkembangan teknologi pembelajaran. Semoga bermanfaat
KBBI

Kamus yang memuat kelas kata, ragam, bidang, dan bahasa dari berbagai daerah.

PUEBI

Pedoman ejaan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.

Referensi Tambahan

Buku Seri Penyuluhan Bentuk Pilihan Kata, Ejaan, Kalimat, Paragraf, dan Tata Istilah.

RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP dan SMA.

Verba Resiprokal

Verba resiprokal adalah verba perbuatan yang dilakukan oleh dua pihak dengan berbalas-balasan (Kridalaksana, 2007:54). Poedjosoedarmo dkk. (1979:47) dan Sudaryanto (1991:146) menyebutkan bahwa verba resiprokal adalah verba yang berdiatesis aktif dan pasif. Verba ini memiliki bentuk, antara lain (1) ber- + D, (2) ber- + D + -an, (3) ber- + reduplikasi D + -an, (4) saling me- + D, (5) saling me- + D + -i/-kan, (6) saling + D, (7) D1 + me- + D2, (8) reduplikasi D + -an, (9) saling ter- + D, (10) saling ber- + D, dan (11) saling memper- + D + -kan.

Berdasarkan struktur fungsi sintaksisnya, kalimat yang berpredikat verba resiprokal terbagi menjadi empat tipe: (1) S-P, (2) S-P-Pel, (3) S-P-K, dan (4) S-P-Pel-K (Sukardi, 1996, 82—83). Berikut contoh verba resiprokal dilihat dari bentuk dan fungsi sintaksisnya.

Bentuk Verba Resiprokal

1) ber- + D
Contoh : Ardi berkelahi dengan Bagus.
2) ber- + D + -an
Contoh : Savitri dan Rini bersalaman untuk saling memperkenalkan diri.
3) ber- + reduplikasi D + -an
Contoh : Sepasang merpati itu sedang bercumbu-cumbuan di atas pelepah daun kelapa.
4) saling me- + D
Contoh : Unyil dan Kinoi saling mengejek.
5) saling me- + D + -i/-kan
Contoh : Suami dan istri harus saling menghormati. Selain itu, suami istri juga harus saling memaafkan.
6) saling + D
Contoh : Kedua orang itu saling pukul demi merebut kekuasaan.
7) D1 + me- + D2
Contoh : Sunarti dan Yulianti senantiasa tolong-menolong.
8) reduplikasi D + -an
Contoh : Kedua adikku, Daffa dan Lintang, sedang cubit-cubitan.
9) saling ter- + D
Contoh : Bachtiar dan Cahyati saling tertarik.
10) saling ber- + D
Contoh : Ali dan Mamat saling berdusta.
11) saling memper- + D + -kan
Contoh : Ilham dan Dahlia saling memperkenalkan diri kemarin.

Proses Pembentukan Verba Resiprokal

Dengan melihat bentuk resiprokal di atas, verba resiprokal terbentuk melalui beberapa macam: afiksasi, afiksasi + reduplikasi, dan afiksasi + saling (Ariyanto, 1991:4). Proses terbentuknya verba resiprokal dengan afiksasi yakni pada nomor (1) dan (2). Proses terbentuknya verba resiprokal dengan afiksasi + reduplikasi pada nomor (3), (7), dan (8); Proses terbentuknya verba resiprokal dengan afiksasi + saling yakni pada nomor (4), (5), (9), (10), dan (11). Untuk nomor (6) merupakan varian verba resiprokal yang berbentuk “saling + D”.

Verba Resiprokal dalam Fungsi Sintaksis

Berdasarkan struktur fungsi sintaksisnya, kalimat yang berpredikat verba resiprokal terbagi menjadi empat tipe: (1) S-P, (2) S-P-Pel, (3) S-P-K, dan (4) S-P-Pel-K. Jika melihat contoh bentuk verba resiprokal, yang termasuk tipe pertama yakni nomor (4), (5), (7), (8), (9), dan (10); tipe kedua yakni nomor (1); tipe ketiga yakni nomor (2), (3), dan (6); tipe keempat yakni nomor (11).

Tambahan

Verba resiprokal yang bersifat intransitif dapat diikuti konstituen “satu sama lain”. Kehadiran konstituen “satu sama lain” berfungsi sebagai mempertegas arti keresiprokatifan verba yang bersangkutan. Contoh: Kedua orang itu saling mengangguk satu sama lain.

Terkadang, verba resiprokal bentuk “saling me- + D” dapat dihubungkan menjadi “saling D1 + me- + D2” sehingga menjadi “saling tolong-menolong”; bentuk “ber- + reduplikasi D + -an” dihubungkan menjadi “saling ber- + reduplikasi D + -an” sehingga menjadi “saling berpeluk-pelukan”; yang kesemuanya merupakan gejala “keberlebihan”.

Referensi
Ariyanto. (1991). Mengenali Verba Resiprokal dalam Bahasa Indonesia. Humaniora, 2, 1-30. https://doi.org/10.22146/jh.v0i2.2370.
Kridalaksana, Harimurti. (2007). Kelas kata dalam Bahasa Indonesia (4th Ed). Jakarta: Gramedia Pustaka utama.
Poedjosoedarmo dkk., Soepomo. (1979). Morfologi Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Sudaryanto. (1991). Tata Bahasa Baku Bahasa Jawa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sukardi. (1996). Jenis Peran Kalimat Tunggal Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Fajrin Ilham H. Pengajar Bahasa Indonesia asal Klaten, Jawa Tengah, Indonesia.
Buka Komentar

NEWSLETTER