Seputar Ilmu Pengetahuan Bahasa Indonesia

Fajrin.Net

Blog sederhana ini membahas materi bahasa Indonesia. Materi yang disajikan ialah materi untuk sekolah jenjang SMP dan SMA. Selain mengulas tentang materi, blog ini juga membahas perkembangan teknologi pembelajaran. Semoga bermanfaat
KBBI

Kamus yang memuat kelas kata, ragam, bidang, dan bahasa dari berbagai daerah.

PUEBI

Pedoman ejaan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.

Referensi Tambahan

Buku Seri Penyuluhan Bentuk Pilihan Kata, Ejaan, Kalimat, Paragraf, dan Tata Istilah.

RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP dan SMA.

Kelas 8: Teks Berita (Pengantar)

Informasi merupakan kabar yang mengandung beberapa makna. Sebuah informasi pula mengandung keterangan penting, baik melalui narasumber maupun dokumen. Isi informasi selalu terbaru, hangat, dan berkaitan dengan tokoh publik. Informasi yang diperoleh bebas oleh khalayak dan disebarkan melalui media biasa dianggap sebagai berita.

Setiap khalayak terkadang memiliki selera berita yang berbeda-beda. Ada yang menyukai berita selebritas, sepak bola, atau yang lainnya. Khalayak mengakses berita dengan media yang bermacam-macam: elektronik, cetak, ataupun daring.

Oleh karena itu, berita merupakan sebuah laporan kejadian atau peristiwa penting dan fakta, yang mampu menarik khalayak.

Berita-berita yang tersiar, baik via elektronik, cetak, maupun daring, mempunyai kriteria nilai berita. Kriteria nilai berita merupakan standar ukuran informasi yang layak untuk disebarluaskan dan dibaca oleh khalayak. Menurut Jani Yosef dalam Muslimin (2019:7), “nilai berita” disebut juga “nilai jurnalistik”. Penting, menarik, dan aktual adalah nilai beritanya.

Nilai Berita

Pertama, penting. Yang dimaksud penting ini ialah peristiwa penting dan menyangkut orang penting. Bisa saja berita hanya memaparkan peristiwa penting yang bersifat terbaru dan terhangat. Bisa pula kedua-duanya sekaligus, yakni peristiwa penting dan menyangkut orang penting.

Kedua, menarik. Berita tersebut menarik apabila mengandung beberapa unsur: sesuatu yang tidak biasa, berkaitan dengan unsur seks, kemajuan, berdampak luas, pertentangan, human interest, kedekatan, dan ketegangan (Muslimin, 2019:9).

Ketiga, aktual. Aktual dalam konteks jurnalistik ialah kecepatan berita tersebut disiarkan. Dengan kata lain, apabila terdapat peristiwa atau kejadian penting yang baru terjadi, berita tersebut harus segera disebarluaskan kepada khalayak.

Sebagai awalan, sudah sepatutnya “nilai berita” harus diketahui terlebih dahulu.

Kompetensi Dasar Teks Berita

Jika berpedoman pada silabus, peserta didik kelas 8 diajarkan beberapa hal sesuai dengan kompetensi dasar yang sudah disusun: (1) Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita (membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca; (2) Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca berita; (3) Menyimpulkan isi dari berita (membanggakan dan memotivasi) yang dibaca dan didengar; (4) Menyajikan data, informasi dalam bentuk berita secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan (lafal, intonasi, mimik, kinesik).

Unsur-Unsur Teks Berita

Secara singkat, kompetensi dasar (1) mengajak siswa untuk mengidentifikasi dan memahami unsur-unsur teks berita. Unsur-unsur berita tersebut yakni 5W+1H. Di sekolah unsur berita sering disebut “adiksimba”. Penjabaran 5W+1H ini adalah what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).

What (apa) untuk pertanyaan “peristiwa apa yang terjadi”; who (siapa) untuk pertanyaan “siapa yang mengalami peristiwa itu”; where (di mana) untuk pertanyaan “di mana peristiwa itu terjadi”; when (kapan) untuk pertanyaan “kapan peristiwa itu terjadi”; why (mengapa) untuk pertanyaan “mengapa peristiwa itu terjadi”; dan how (bagaimana) untuk pertanyaan “bagaimana proses terjadinya peristiwa itu” (lihat Bahasa Indonesia Siswa, Kosasih, 2017:3).

Struktur dan Kebahasaan Teks Berita

Kompetensi dasar (2) belajar tentang struktur dan kebahasaan teks berita. Struktur berita terdiri atas judul (head line), baris tanggal (date line), teras berita (lead), tubuh berita (body teks), dan kaki berita (leg) (Muslimin, 2019:11). Kebahasaan berita mencakup bahasa baku, kalimat langsung, konjungsi bahwa, konjungsi temporal dan kronologis, keterangan waktu, dan kata kerja mental (Kosasih, 2017:17).

Menyimpulkan Isi

Kompetensi dasar (3) yakni menyimpulkan isi berita. Walaupun kompetensi dasarnya adalah menyimpulkan isi berita, peserta didik juga diajarkan untuk menanggapi isi berita. Simpulan isi berita yakni memuat unsur-unsur berita, sedangkan menanggapi isi berita berupa kritik, saran, dukungan, atau komentar. Aspek yang ditanggapi yakni isi dan pilihan kata atau kalimat dalam berita.

Menyajikan Data Informasi

Kompetensi dasar terakhir, (4), yakni menyajikan data informasi dalam bentuk berita. Maksudnya, kompetensi dasar ini lebih berfokus pada praktik menulis berita, penyuntingan, dan penyampaiannya. Langkah praktik menulis berita yakni memilih peristiwa atau kejadian terbaru, mengumpulkan informasi yang mendukung, menyusun berita, dan menentukan judul.

Aspek yang diperhatikan dalam penyuntingan adalah kebenaran isi berita yang didukung oleh keakuratan fakta berita; kelengkapan isi berita yang memuat “adiksimba”; struktur penyusunan berita dimulai dari bagian penting hingga bagian yang kurang penting; dan penggunaan kata baku, kalimat efektif, ketepatan ejaan, serta tanda baca.

Yang terakhir yakni penyampaian berita. Berita yang disampaikan harus apa adanya, tidak ditambah atau dikurang. Selain itu, dalam penyampaian berita, perlu memperhatikan lafal, intonasi, mimik, kinesik.

Jadi, belajar teks berita merupakan hal yang penting. Peserta didik kelas 8 perlu dilatih untuk memahami beberapa hal, seperti “nilai baik” dalam berita, unsur-unsur berita, struktur dan kebahasaan, menyimpulkan isi, dan menyajikan data atau informasi (berita).

Referensi
Kosasih, E. (2017). Buku Bahasa Indonesia Siswa Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Muslimin, Khoirul. (2019). Jurnalistik Dasar: Jurus Jitu Menulis Berita, Feature Biografi, Artikel Populer, dan Editorial. Yogyakarta: Lingkar Media.

*Ilustrasi gambar dari VectorStock
Fajrin Ilham H. Pengajar Bahasa Indonesia asal Klaten, Jawa Tengah, Indonesia.
Buka Komentar

NEWSLETTER